Feeds:
Pos
Komentar

Welcome to my blog !!

Annyeong kpopers, readers, yadongers, semua deh yang kesini (?)

Pertama saya sebagai admin + author di blog ini mengucapkan beribu-ribu terimakasih buat readers yang sengaja aku suruh dateng kesini, ato pun readers yang gak sengaja kesini gara-gara om google (?) 🙂

Aku putusin gak ada PW deh, secara gak ada yg minta langsung kecuali 1 orang *ngenes*  semua fanfic disini bisa dibaca siapapun yang berminat, TAPI PLEASE WAJIB KOMENT !! saya mohon sebagai yang nulis, yang ngepost, kalo cuman dibaca tapi gak ada yang ngasih 1,2 kata rasanya sediiiih banget :'(( *edisi curhat.. Bener deh, coba kalo readers jadi saya, gmn rasanya ;____;

Sekali lagi komen itu penting banget buat yang namanya author pemirsa sekalian~ Jadi banyak-banyak komen ya, mau berbait-bait juga malah sangat aku hargain..

kalo ada kritik & saran kirim aja ke email blog ini : hyukizcouple@yahoo.com

FANFIC DISINI GAK BOLEH BUAT PLAGIAT & SILENT READERS !! and DON’T TAKE MY FANFIC WITHOUT MY PERMISSION, please !!

jeongmal terimakasih ^^~

admin

Title : My Girl is Mine

Author : Lee Faiz ^^

Part : 3

Cast :

Choi Eun Ra / me

Choi Minho (SHINee)

Lee hyuk Jae / Eunhyuk (Super Junior)

Rate : NC-21

LET’S BEGIN PART 3

eits, bentar dulu~

author mau ngucapin selamat ulang tahun buat suami yang paling hebat main yadongnya di dunia “eunhyuk”

yep, ini hadiah buat eunhyuk + jewelf yang baca juga ya, semoga seneng ^^~

amin !! oke deh sekian pembukaan dari saya, lebih kurangnya mohon dimaafkan >o<

@the morning

~~~~ Eunra POV ~~~~

Seperti biasa, pagi hari ini aku harus berangkat sekolah. ‘huft~ capeknya’ lenguhku dalam hati. Selesai jam pelajaran aku berjalan menyusuri koridor sekolah menuju tempat rapat, dan tiba-tiba aku merasa ada sejulur tangan yang merangkulku.

“hey !” sapa orang tersebut. Aku menoleh ‘apa ini, eunhyuk uda main sok akrab, uda lupa apa kemarin bikin sakit hati’

“oh, oppa..” balasku sambil melepas tangannya yang bersarang di pundakku.

“kemarin kenapa kau tidak masuk sekolah ? minho juga kan ? hayo kalian ngapain.. ?” tanyanya dengan nada yang aneh. *jadi ceritanya kemaren mereka berdua kagak masuk, begono ._.v*

“tidak, aku tidak melakukan apa-apa. Hanya sedikit tidak enak badan.” Jawabku santai.

“arraseo.. oh ya, aku minta maaf tentang perkataanku tempo hari.”

-deg- ternyata dia masih ingat kejadian itu. Hahaha, bagus !! itu artinya dia mulai memikirkanku. “iya, aku maafkan oppa.” Jawabku sangat dingin sambil masuk ruang rapat terlebih dahulu. Suasana rapat biasa saja, uh membosankan. Yah, semua persiapan sudah selesai, tinggal menunggu hari H. Akhirnya sebentar lagi tugasku selesai. Tapi kalau tugasku selesai, aku tidak bisa dekat dengan eunhyuk lagi dong. Andwae !!!!

“eunra, eunhyuk, jangan lupa kalian ke kantor saya nanti.” Kata songsaenim membuyarkan fikiranku. “nde” jawabku bersamaan dengan hyuk.

Aku bersama hyuk segera menuju ruang BK, alias kantor songsaenimku. Tok tok tok~ aku mengetuk pintu. “iya, silahkan masuk” sayup-sayup suara songsaenim terdengar.

~~~~ Eunhyuk POV ~~~~

Aku pun membukakan pintu untuk wanita yang mulai aku sukai ini. Argh, aku gila, dia sudah punya namja chingu, kenapa aku berfikir menyukainya, babo ya !! kami pun duduk berdampingan menghadap songsaenim. Hmm.. tiba-tiba pandanganku tertuju pada paha mulus eunra yang terlihat akibat rok mini sekolahnya yang agak tersingkap saat duduk. ‘Aku ingin menyentuhnya lagi’ tekatku tiba-tiba.

Eunra masih berkonsentrasi menjelaskan detail acara. “enghh~” lenguh eunra saat tanganku mengelus paha dalamnya dan langsung menatap mataku tajam. Aku hanya bisa nyengir gaje melihat dia kaget. “ada apa eunra ?” tanya songsaenim. “aniyo songsaenim, kaki saya hanya digigit semut.” “hahaha, di kantor saya tidak mungkin ada semut eunra..”

Hahaha, aku tertawa keras dalam hati. Aku lanjutkan mengelus-elus pahanya, semakin masuk sampai rok sekolahnya tersingkap ke pinggang. Untung saja meja songsaenim tertutup seluruhnya dari arah depan jadi sangat mendukungku untuk melakukan ini. Sambil eunra menjelaskan, tanganku sampai dipermukaan vaginanya yang tertutup underwear. Kulihat wajahnya berubah jadi horny. “enghh~” aku kira eunra mendesah lagi, ternyata itu suara songsaenim. “ada apa songsaenim ?” tanyaku. “ah, tidak apa, sepertinya kaki saya juga digigit semut.” Hhm.. jawaban yang aneh.

Tanganku mulai menyelusup masuk kedalam underwear eunra, bertemu dengan bulu-bulu halus yang tidak begitu lebat. Aku batalkan niatku untuk memasukkan jari karena kalau sampai eunra mendesah keras bisa kelabakan nanti banyak masalah. Aku putuskan untuk mengambil underwearnya saja. Aku mulai menarik sisi depan underwear eunra, kemudian menuju bagian belakang. Sepertinya dia tau apa yang ingin aku lakukan, badannya sedikit naik, sehingga aku sukses melepas underwear eunra.

‘cletak’

“ah, maaf.” Kataku sambil mengambil pulpen yang sengaja aku jatuhkan, sambil menurunkan underwear eunra sampai terlepas dari kedua tungkainya.  Yes, rencana awalku berhasil. Segera aku masukan benda itu kedalam saku celanaku. Akhirnya selesai juga. Aku keluar ruangan duluan setelah meminta ijin pamit.

“oppa !! kembalikan barangku !!” aku tidak menjawab, hanya tetap berjalan dengan santai. “oppa !!!” suaranya telak memekakan kupingku. “ada apa eunra ku sayang ?” “ih, apaan sih oppa ini, kembalikan !! tau gak, ini dingin sekali..” suaranya memohon.

~~~~ Eunra POV ~~~~

Aish, bagaimana ini, aku tidak memakai underwear, kalau orang lain tahu bagaimana ?!! aku tetap mengejar eunhyuk, memintanya mengembalikan barang berharga itu. “oppa !! ayo kembalikan… ??” suaraku semakin memohon.

“Akan aku kembalikan, tapi kau harus temani aku dulu, bagaimana ?” “hah ?! kemana ? kalau pulang larut aku bisa diusir dari rumah.” Jawabku untuk menolak. “tidak akan, aku yang akan mengantarkanmu pulang nanti.” Fonisnya lalu menggandeng tanganku. Dia menyuruhku masuk kedalam mobil. Aku menutup rapat bibirku tiap ia mengajakku berbicara di dalam mobil. Ini keterlaluan, masak underwear yang diambil. Udara akibat AC mobil makin membuat vaginaku makin kedinginan. “ehh~” apa ini, tangan hyuk meraba-raba pahaku lagi. Aku masih membiarkannya berbuat seperti itu.

“engh~” aku langsung melotot kearah wajahnya yang sedang menyetir saking kaget dia meraba permukaan vaginaku. “oppa jangan..” kataku sambil melepaskan tangannya dari daerah sensitivku. “kenapa ? bukannya kau suka ?” tangannya kembali meraba-raba. Akhirnya aku pasrah, hitung-hitung untuk bersenang-senang, hahaha. “Aaaakh” jarinya mulai masuk kedalam lubangku, dia mengocok liangku sambil menyetir. Uhh, nikmat.

“Aw” mobil sedikit oleng saat tanganku menyentuh junior eunhyuk yang sudah sedikit mengeras. “hey, sabarlah sedikit, kau mau kita tidak selamat gara-gara ulahmu tadi ?” aku hanya bisa nyengir mendengarnya. Jemari hyuk makin dalam menembus labiaku “ahk ah ah oppa sudah, nanti banjir lho~” kataku. “sudah, keluarkan saja, bisa dibersihkan kok.” Jawabnya santai. “jangan ! sudah oppa, sudah !” tapi jarinya makin liar bermain di dalam liangku. “oooooh~” akhirnya aku orgasme. Uhh, nikmat, tapi kursi yang aku tempati jadi basah akibat cairanku.

~~~~ Eunhyuk POV ~~~~

Hahaha dia sudah orgasme duluan, milikku pun sudah menggedor-gedor pintu nya. “ayo turun.” “ iya, sebentar.” Jawabnya yang masih membersihkan kemaluannya dengan tisu. Aku membukakan pintu rumahku. Ya, aku tinggal sendirian dirumah ini. Hanya ada bibi yang membersihkan rumah, itu pun dia langsung pulang setelah selesai beres-beres. “oppa ! tunggu aku..” dia berlari kecil kearahku. “kalau sudah orgasme saja jadi berubah.” “hahaha” dia hanya tertawa kecil mendengar perkataanku. Aku membawanya ke kamarku. Aku pun segera mengganti seragam yang aku pakai. “ah oppa ini, kalau mau melepas baju bilang dong~ aku kan tidak boleh melihat.” Katanya sedikit manja. Tidak aku sangka, dia menghidupkan lagu pembangkit gairah dikamarku. *tau kan ya ? itu lho yang isinya nada + desahan-desahan aja ._.*

Aku duduk dipinggir kasur king size milikku, dia pun berbalik dan berjalan dengan seksi kearahku, sambil melepaskan satu persatu kancing seragamnya. Dia pun hanya memakai bra dan rok sekolahnya sekarang. Dia menindihku yang sedang duduk, kami pun berciuman. Awalnya hanya sekedar mengecup, namun bibirnya mulai melumat bibirku. Tepat saat membuka mulutnya, aku memasukkan lidahku kedalam mulutnya. “sshhhhmm ah~” desahnya lembut. Tanganku meraba-raba punggungnya, mencoba melepas pengait branya. Sukses membuatnya telanjang dada, aku pun mencoba membuka rok sekolahnya tapi ia tahan.

“kau curang oppa !! tubuhmu masih tertutup semua, sedangkan aku sudah tinggal satu penutup. Tidak adil !” katanya sambil mendorong tubuhku kekasur. Kami pun sudah diatas ranjang seutuhnya. Sambil berciuman, dia menarik t-shirt yang aku kenakan. Tidak tinggal diam, tanganku mulai meraba payudaranya lembut. Dia membuat tanda cinta disekitar leherku. Semakin turun, eunra pun melumat nippleku. “aaaaaakh !” pekiknya saat aku meremas keras kedua payudaranya. “oppa lembut sedikit kenapa sih ? aku sedang memberimu balas jasa atas kejadian di mobil tadi tau.” Protesnya sedikit lalu melanjutkan pekerjaannya. Jemari lembutnya meraba-raba abs ku, semakin turun dan melepaskan celana yang aku kenakan.

Juniorku pun langsung terhunus bak pedang. Dia mencium ujungnya, menjilat kulit luarnya, enghh~ aku hanya bisa mendesah sambil mengadah keatas menikmati apa yang dilakuakan wanita yang mulai aku sukai ini. Kulumannya pun semakin dahsyat, aku semakin kelabakan menahan desah. “ahh oh ah ah ahh” desahku membahana. “jagi, aku sudah mau sampai. ahk~” “keluarkan oppa, keluarkan saja.” Mendapat ijin, aku pun melepaskan apa yang aku tahan sedari tadi. “uuuuuuhh ahh~” lenguhanku menandakan orgasmeku yang pertama. Apa ini, eunra menjadi sangat hebat, uhh~ juniorku sampai bersih sekarang. Kalau begini, aku benar-benar ingin menikahinya.

~~~~ Eunra POV ~~~~

‘Akhirnya~ selesai juga hand+mouth job ku’ batinku sambil menyeka kringat di dahiku. “bagaimana oppa ? kau puas ?” tanyaku menggoda. “kenapa ? siapa yang membuat kau sehebat ini huh ?” “makanya kalau mau mengambil keperawanan orang tu lihat-lihat dong, aku begini kan karena oppa juga.” Jawabku panjang lebar. “ah, kau ini ada-ada saja” jawabnya langsung melumat bibirku. Semakin panas ciuman yang eunhyuk lakukan. “sssshhh hmm ahh~” desahku tertahan.

Entah setan apa yang merasukiku, aku menuntun tangannya untuk meremas payudaraku. Hyuk pun tau apa yang aku inginkan, dia meraba dan meremas lembut kedua payudaraku. Ciumannya turun, sambil memilin nipple ku, dia meninggalkan bekas-bekas cinta di daerah leher dan pundakku. Membuatku tidak bisa menahan desahan. Mulutnya sampai didepan kedua payudaraku. Aku kira dia ingin langsung melahapnya, ternyata dia hanya menjilati kedua nipple, membuat benda itu semakin mengacung keras. Hisapan eunhyuk semakin luas, aku hanya bisa mendesah dan menahan kepalanya untuk tetap berada disana. “Uhh ah aw ah” desahku berkali-kali.

Puas bermain dengan daerah sensitivku yang bagian atas, ciuman hyuk pun turun melewati perut indahku. “akh !! oppa sakit !!” pekik ku saat hyuk menjepit klitorisku dengan kedua jarinya. “haha, mianhae jagi, aku hanya ingin mencoba melakukannya.” Sekarang dia mulai menundukkan kepalanya menuju vaginaku.

Jarinya membuka labiaku untuk membuka jalan pemanasan. Eunhyuk mulai dengan menjilati permukaan vaginaku, lidahnya menjulur lebih dalam mencoba meraih klitorisku dengan lidahnya. “uuhh~ oppa, terus.. uhh” lidah itu terus mengocok vaginaku. Sekarang giliran jarinya masuk kedalam, mulai dari satu jari, dua jari, hingga tiga jari pun sudah bersarang di dalam liangku. Bergerak maju mundur tanpa henti. Aish~ perasaan ini muncul lagi, seperti ingin pipis. “Oppa, aku mau keluar ohh~” “silahkan jagi..” “ooohhhh~ hah hah” lenguhan panjang menandai orgasmeku. Edan, hyuk memang hebat kalau urusan begini, minho pun kalah jauh di banding dia.

~~~~ Author POV ~~~~

“sudah siap ?” tanya hyuk kepada eunra yang masih menikmati sisa-sisa masa orgasmenya tadi. Eunra pun hanya menganggukan kepala, tanda lampu hijau untuk eunhyuk. Tangan eunhyuk membantu mengarahkan juniornya masuk kedalam liang senggama milik eunra. Dimulai dengan menggesek-gesekkan kepala rudalnya, lalu perlahan eunhyuk mendorong juniornya keras kedalam vagina eunra. “aaakh !! oppa ya !! kenapa dari tadi kasar terus sih ?!!” protes eunra sambil meneteskan sedikit air mata, akibat gesekan yang hebat dalam kemaluannya. “mianhae jagiya~ aku tidak sengaja, jeongmal..” balas eunhyuk sambil menyeka air mata eunra. Wajah hyuk semakin dekat dengan eunra, mencium, menggigit kecil kuping eunra dan membisikkan sesuatu, “ayo kita mulai surga dunia ini jagi” membuat si wanita merasa geli bercampur nikmat.

Eunhyuk mulai menggenjot tubuh eunra perlahan. Hanya perih yang dirasa eunra sekarang. Bibir hyuk datang melumat bibir eunra kembali. Tangannya memberikan service lebih terhadap payudara eunra, memilin dan meremas benda itu. Menghilangkan semua sakit yang dialami eunra tadi. “ahh oh oh ahh engh~” desah eunra melanglang buana mengisi kamar eunhyuk. Hyuk pun semakin menambah kecepatan maju mundur senjata miliknya, hingga kecepatan 100 km/jam (?) Suara birahi terus saut-menyaut di kamar panas itu. Hyuk yang sudah hilang akal terus menggenjot tubuh eunra.

“aahh ohh uh~”

“engh ahh”

“oppa, aku hampir sampai uhh~”

“sabar, sedikit lagi jagi, ohh~ tunggu aku..”

Eunra berusaha keras menahan segala perasaan yang dirasa sudah sampai di ujung kepalanya. Setelah merasa ada sedikit cairan hangat di dalam vaginanya, eunra pun melepaskan apa yang ia tahan tadi. “oooooohh~” desah keduanya. Puncak kenikmatan sudah diaraih, eunhyuk ambruk tepat disamping eunra. Rasa hangat masih menyelimuti dua kemaluan yang menyatu itu. Sisa-sisa cairan pun mengalir deras di selangkangan milik eunra.

“gomawo jagi, kapan-kapan beginian lagi yah..” goda eunhyuk.

“boleh, tapi oppa harus tanggung jawab.” Balas eunra.

~~~~ Eunhyuk POV ~~~~

‘Apa ? jadi dia mau ?!!’ batinku kaget saat mendengar jawaban eunra.

“memang kau mau putus dengan minho ha ?”

“Siapa bilang ? kalo oppa mau, kita hidup bertiga saja bagaimana ?” hah, batinku makin cengo mendengar perkataan wanita ini. Entah bercanda atau tidak, tapi itu membuatku berfikir ada sedikit harapan untukku.

“yasudah, sekarang bersihkan dirimu, lalu pakai pakaianmu lagi, aku antar kau pulang, kajja !”

“oppa !! kembalikan underwear ku dulu !!!”

Hahaha, aku sampai lupa. Ku kembalikan benda pembawa berkah itu kembali ke pemiliknya. Selesai membersihkan diri, aku pun mengantar eunra pulang. Omma eunra juga percaya saja, aku bilang dia menemaniku mengurus masalah festival sampai agak larut. Yah, selesai mengantar, aku pulang kerumah dengan sejuta kepuasan.

~~~~ Eunra POV ~~~~

Neo gateun saram tto eopseo

juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol

eodiseo channi
Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul

*lyric ambil dari mbah google*

ponselku berbunyi, tanda ada satu email yang masuk.

From +82766544xxx

-my yeobo-

Tadi kau kemana ? kenapa tidak mengabariku ? aku mencari mu jagiya ~o~

To +82766544xxx

Aku hanya mengerjakan tugas. Jangan terlalu mengkhawatirkan ku jagi.. jaga dirimu baik-baik. Saranghaeyo :*

 

Hah~ aku kira siapa. Semoga minho tidak terlalu curiga atas kejadian hari ini. Aku tidak ingin dia sakit hati.

 

Dreet~ dreet~

Neo gateun saram tto eopseo

Ponselku berbunyi lagi. Pasti balasan dari minho.

From +82766544xxx

-my yeobo-

Arraseo.. baiklah kalo begitu, sampai bertemu besok jagi, saranghaeyo..

 

Hhaaaaah~ aku lega minho tidak begitu curiga. Enghh, tubuhku lelah sekali. Sebaiknya aku segera beristirahat untuk besok sekolah.

 

TBC again !!!

hyah, akhirnya dipost juga nih lanjutan..  kependekan ya ?? sebenernya author mau buat bagian minho, tapi kok author terserang penyakit malas yang akut.. hehe xD nulisnya dalem mobil waktu hujan pula, ih~ dingin bener xD

hayoo hayoo, yang baca WAJIB KOMENT lho !!

gomawo ^^~

Title : My Girl is Mine

Author : Lee Faiz ^^

Part : 2

Cast :

Choi Eun Ra / me

Choi Minho (SHINee)

Lee hyuk Jae / Eunhyuk (Super Junior)

Rate : NC-21

Genre : Romance ada sad nya dikit (ah wes apa aja lah)

ANNYONG !!! saya si yadongers yang young *halah* balik lagi .. xD

ini ff dipost dulu tgl 9des, alias saengilnya minho SHINee, uda lama banget =,=

sekedar mau mangingatkan saja di awal .. part ini akan lebih panjang, sangat malah, jadi yang sabar ya bacanya ^^

baik ..

Happy reading all ^^

LET’S BEGIN PART 2

“emm .. hari ini kau terlihat lebih bersinar daripada biasanya.”

-deg- jantungku serasa berhenti berdetak, seperti ada selongsong peluru yang menancap di ulu hatiku *lebaaaay* apa ini ? apa aku salting hanya gara-gara pujiannya ? aish, aku menyukainya tapi ..

“haha, jeongmal gomawo oppa” kataku sambil tersenyum manis nan ikhlas.

Suasana hening kembali. Sepanjang jalan minho hanya konsentrasi menyetir, kalau dilihat dari samping tampan sekali, bersinar.. Sesampainya di rumah, seperti biasa, minho mampir hanya sekedar untuk menengok calon mertuanya atau menghabiskan malam di rumahku.

“annyong ! aku pulang !” sapaku setengah berteriak agar ommaku dengar. Kalo tidak merasa aku datang, biasanya omma akan mengomel tidak jelas. Minho masuk mengikutiku dari belakang, dia langsung duduk di sofa ruang tamu, sedangkan aku langsung naik untuk berganti baju. Selesai berganti baju, aku turun untuk menemui minho dan omma di bawah.

“sayang .. kenapa tidak bilang kalo sudah pulang ? ada minho di sini lagi.” kata omma yang sudah bersiap untuk mengomel.

“lho, aku kan sudah bilang tadi” rengekku membela diri.

“ne ajhumma, eunra sedah bilang kok tadi” bela minho untukku.

“haaaaaaaa ya sudah kalo begitu, omma tinggal ke belakang saja lah, nak minho anggap rumah sendiri saja ya” titah omma sebelum pergi.

“ne” jawabku serempak dengan minho.

Krik krik krik ~ hening sesaat ~

“gimana kalo kita naik saja, sekalian aku ingin istirahat sebentar.” Suara minho memecah keheningan.

“baiklah” jawabku singkat.

~~~~ Minho POV ~~~~

@Eunra Bedroom’s

Aku mengikuti eunra dari belakang, walaupun sebenarnya aku sudah hafal betul letak kamarnya. Kalau dilihat-lihat dari belakang eunra terlihat seksi juga.

“tidurlah sebentar dulu oppa, nanti aku bangunkan. Sebelum pulang, nanti oppa mandi dulu, oke ?” kata eunra beranjak pergi.

“lalu kau mau kemana ?”

“aku ingin bicara dengan omma dulu.”

“jangan lupa balik.” Kataku agak ketus, secara, aku malah ditinggal.

“haha, baiklah oppa ..” eunra menyunggingkan senyum termanisnya. Omo.. aku menyukai senyumnya satu itu.

>> 5 minutes later <<

-cekleeeeeek- aku rasa eunra membuka pintu dengan sangat pelan agar aku tidak terganggu. Aku bangun dari pembaringan miliknya.

“lho, waeyo oppa belum tidur ?”

“aku ingin kau temani jagi … sini.”

“ya kanapa harus aku temani sih, seperti anak kecil saja.”

“aish, sudah jangan banyak bicara.”

Dia berjalan mendekatiku dan duduk bersandar di tempat tidurnya. Tanpa basa-basi aku tidur barbantalkan paha mulusnya. Ahh~ nyamannya ..

“oppa“

“hmm ..”

“apa oppa benar-benar akan menikahiku ?”

“……”

~~~~ Eunra POV ~~~~

“apa oppa benar-benar akan menikahiku ?”

“……”

“kenapa diam ?” tanyaku dengan suara lebih mengecil.

“molla”

jantungku bergetar, hatiku gelisah seketika, sebenarnya jawaban apa yang aku inginkan ? ‘hey, kau belum mengenalnya jauh lebih dalam, dia pun belum tentu tertarik padamu eunra !!’ jeritku dalam hati. Aku diam seribu bahasa, menatap lurus kedepan, tidak berani menunjukkan wajahku yang sedang sedih sekarang. Dia sedikit bergerak memutar kepala, membuatku sedikit geli karena rambutnya. Sekarang posisi tubuhnya miring membelakangiku.

“sebenarnya aku benar-benar ingin menikahimu, karena memang tidak ada ruginya untukku, hanya saja aku rasa masih belum pantas untuk yeoja sepertimu.”

“maksud oppa ?”

“ya kau tahu sendiri kan dulu aku namja seperti apa, dan apa kau tetap menerimaku dalam keadaan seperti ini ?”

Aku terdiam sebentar. Aku bingung antara ingin jujur tentang kejadian tadi sore atau tetap terus menutupinya dari minho. Ah, biarlah aku simpan untuk sementara waktu.

“kenapa tidak menjwab ?”

“ani oppa, aku pasti menerima mu, itu sudah kewajibanku kan ..” kataku seraya membelai lembut rambutnya.

“sudahlah .. aku lelah berfikir seharian ..”

“ya, sedari tadi aku kan sudah menyuruh oppa untuk beristirahat.” Aku masih nyaman membelai rambut halusnya. Aku tahu dia belajar lebih keras karena sebentar lagi kami berdua akan lulus. Dan dia harus lulus untuk melanjutkan perusahaan ayahnya.

>> 2 hours later <<

Aku sempat tertidur, tapi untung omma membangunkanku. Omma berbisik menyuruhku membangunan minho dan menyuruhnya pulang.

“oppa ..” aku sedikit berbisik karena masih lelah baru bangun tidur.

“enghh” dia mengeliat sebentar, lalu duduk dengan mata sedikit terpejam.*liat minho baru bangun tidur, kyaaaaaaaaaaa pasti ganteng >o<*

“oppa kau harus mandi dulu sebelum pulang, agar tidak begitu letih saat menyetir nanti ..” perintahku yang sudah sepenuhnya sadar.

“ne ..” jawabnya singkat sambil berjalan gontai menuju kamar mandi.

Aku menunggunya di ruang tamu. Sedangakan omma dan appa sudah hilang dari peradaban ruang tengah rumah. Aku lihat minho sudah selesai mandi dan terlihat lebih segar.

“ottokhe oppa ? kau mau pulang sekarang ?” kataku sambil berjalan menuju pekarangan depan rumah.

“ne, besok masih harus sekolah kan , oppa pulang dulu ya ..” ucapnya lalu mencium bibirku lembut, terasa lebih lama seperti tidak ingin berpisah dariku.

“ne, annyong josimhaseyo jagiya ..” Kataku dihiasi senyum manis yang mengembang.

~~~~AUTHOR POV~~~~

@Shining School

Sepulang sekolah, seperti biasa, eunra ikut rapat festival budaya sekolahnya tahun ini. Rapat berjalan lancar, laporan yang diminta songsaenim sudah dikerjakan dengan sempurna oleh eunhyuk. Rapat pun usai. Didalam ruangan rapat masih ada eunhyuk dan eunra. Suasana mulai panas ketika eunhyuk memegang tangan eunra erat-erat.

“eunra-ssi apa kau baik-baik saja ? jeongmal mianhae, maafkan aku atas kejadian kemarin .. aku tidak bermaksud mengambil kehormatanmu untuk yang pertama kali, aku kira kau sudah sering melakukannya dengan minho ..” jelas eunhyuk panjang lebar.

-Plaaaak- dengan  tegas eunra menampar pipi mulus eunhyuk. Eunra pun pergi meninggalkan eunhyuk sendirian. Eunra berlari sambil menangis menuju minho yang sudah menunggunya. Entah kenapa eunra merasa sakit ketika eunhyuk mengatakan kalau dia mengira bahwa dirinya sering melakukannya dengan minho. Mereka memang berpacaran, bahkan bertunangan, tetapi pada kenyataannya bermesraan pun jarang mereka lakukan karena kesibukan masing-masing. Ditambah lagi hati eunra yang belum yakin 100% pada minho. *halah aku mah yakin 10000000000000000000% kalo perlu nol nya ditambah ^^

~~~~ MINHO POV ~~~~

Eunra pun datang dari kejauhan “akhirnya ..” gumamku. Tapi kenapa dia berlari, kepalanya sedikit menunduk lagi, aneh. Mataku beralih, aigo eunra akan tertabrak orang sedang bermain skateboard. “babo sekali sih berjalan sambil menunduk !” umpatku dalam hati.

“noona, awas !!” pekik sang skaters

-Hup- aku memeluk eunra menghindar dari tragedi tabrakan yang baru saja akan terjadi.

“hikss hikss hikss ..” ohh , ternyata dia sedang menangis to .. eh, nangis kenapa nih ?

“kamu kenapa jagi ?” eunra menggelengkan kepalanya di dalam pelukanku.

“yasudah .. kita ke mobil dulu.”

Saat berjalan aku masih merengkuh pundaknya. Entah kenapa aku ingin sekali melindungi kekasihku yang satu ini. *lah, emang asli nya berape bang ?* Saat aku ingin membukakan pintu mobil dan menyuruhnya masuk, dia malah memelukku erat, sampai ada sesuatu yang kenyal mencoba menekan dadaku.

“kau harus masuk kalau ingin pulang jagi ..”

Kata-kataku tidak digubris, dia malah meraba-raba punggungku, mengelus pinggangku lembut sampai aku kegelian. ‘apa yang dia inginkan ?’ aish, fikiranku kacau karena rangsangannya. Aku mulai membalas perlakuannya dengan merengkuh dan memijat lembut pinggangnya. Seketika dia menatapku dan langsung ku lumat bibir mungilnya.

Ehm .. lembut sekali, tetapi ada sedikit rasa asin karena sisa air matanya.

“ehmm ehmm” desahnya memukul-mukul pundakku. Aku pun melepaskan ciumanku.

“heehhh hauffh huh, oppa mau membunuhku apa ?” Rengeknya karena aku menciumnya non stop hampir 1 jam

eh salah

5 jam

ngawur ah

10 menit yang bener.

“ayo kita pulang” ajak ku sambil membukakan pintu lagi.

Tiba-tiba dia menarik tanganku dan berbisik “oppa aku tidak ingin pulanghh, bawa aku ketempat yang jauhhh” lalu ia masuk kedalam mobil dan menutup pintu. Bisikkan nya tadi masih membuatku terpaku. ‘tidak mungkin-tidak mungkin’ gumamku sambil menggeleng-gelengkan kepala. Aku langsung buru-buru masuk mobil karena eunra sudah menunggu agak lama. Selama menyetir aku masih memikirkan permintaan eunra tadi, terpaksa aku sedikit berputar-putar agar mengulur waktu untuk berfikir. Aku putuskan untuk membawanya ke salah satu rumahku yang tersapat di pinggir kota.

“ayo turun.”

~~~~ EUNRA POV ~~~~

“ayo turun.”

‘’ehmmm” aku menggeliat, mengumpulkan sisa-sisa nyawa yang hilang sbentar. *hilang selamanya juga boleh T,T* Hmm.. eh eh eh, dimana nih, apa minho sengaja nyulik aku ? *huooo pede* coba masuk dulu deh.

“oppa .. kenapa kita kemari ? ini dimana ?” tanyaku hati-hati.

“ini di rumahku jagi. Apa kau tidak ingat, kau menyuruhku utuk tidak mengatarmu pulang tadi ..”

“tapi ini tidak seperti rumah mu yang dulu ?”

“aish , pertanyaan bodoh , memangnya aku hanya punya satu rumah begitu ?” *rich people euy*

“ah , ne .. arraseo , kalau begitu aku harus tidur dmn ?”

“hmm .. bagaimana kalo kita tidur bersama malam ini ?”

“hah ? maksudnya ?” kataku gelagapan.

“hahaha , aniy , gwenchana . Kau bisa tidur di kamar paling ujung lorong sebelah kanan itu , disana juga ada beberapa kemeja polos yang bersih untuk kau berganti baju. Cepat sana mandi , bersikan sisa ilermu itu ” Katanya sambil menunjuk sebuah lorong.

“ne ” kataku sambil mangut-mangut.

~~~~ MINHO POV ~~~~

@night in minho’s house

Tok tok tok ~

Aku mengetuk pintu untuk mengajaknya makan malam tapi tidak ada jawaban. Aku coba membuka pintu, ternyata tidak terkunci. “jagi .. kau dimana ?” ternyata dia tidak ada di setiap sudut ruangan. ‘kemana sih anak itu’ umpatku sendiri. aku menyisir setiap sudut rumah, ternyata dia ada di taman belakang. taman ini memang sedikit rimbun, jadi kalau malam hari terlihat indah dengan lampu yang menghiasi pohon-pohon besar.

“oppa, kemarilah” sambut eunra mengetahui kedatanganku. Aku pun duduk disebelahnya. aigo, ternyata eunra hanya mengenakan kemeja polosan yg terlihat kebesaran sampai menutupi ketengah paha mulusnya dan hotpants ketat. *jadi hotpants nya gak klihatan gitu mksudnya XDD

karena masih speechless aku bingung harus bicara apa, haduh duh .. kenapa harus pakai pakaian itu sih , argh !! gawat, yang di bawah uda mulai berontak.

“engghh jagi ..” begitu dia memalingkan wajah, bibirnya langsung aku lumat, perlahan tapi pasti ciumanku makin ganas ‘sshhh’ desahku tertahan. ku beranikan diri menaikkan kemeja yang ia pakai, secepat kilat dia melepas ciumanku.

“wae ?”

“aku .. aku takut oppa”

“tenang saja, aku tidak akan menyakitimu.” kataku menenangkan

~~~~ EUNRA POV ~~~~

aku takut, aku takut kalau minho tahu bahwa aku sudah tidak perawan lagi. Ah, ottokhe ?? *sukurin depresi lu , huakakak XD* Minho mulai melumat bibirku lagi, aish, aku deg-degan. Tangannya merengkuh pinggangku agar lebih dekat. Ciumannya turun menjelajahi leherku, menyedot kuat dan menggigit kecil, aku yakin pasti sudah banyak tanda merah bertebar di leherku. Tangan halusnya memaksa membuka satu persatu kancing kemeja yang aku pakai, saat dia ingin menyentuh gundukan kembarku, aku langsung menghindar.

“apa harus kita lakukan disini oppa ?” kataku yang masih berdebar. Dan menutup bagian atas kemejaku yang sudah terbuka dengan tangan kiri.

“ gwenchana baby, tidak ada yang akan melihat.” Dia langsung menghisap-hisap bibirku lagi, memusingkan karena minho menciumku dengan brutal. “emmmmmhh aahh ..” Entahlah, akal ku sudah hilang, saling menghisap dan menautkan lidah hal biasa sekarang. Dia membuka kemejaku lagi, membenamkan wajahnya ke permukaan payudaraku yang sedikit melesak keluar dari bra yang ku kenakan. Di saat yang bersamaan tangannya melepas pengait braku. Jadi lah aku yang telanjang dada.

“ oppa akhh !! sakit ~” pekikku saat minho mendempetkan kedua payudaraku dan menggigit kedua nipple ku. “mianhae jagi, aku hanya bereksperimen.” Balasnya sedikit cenge-ngesan.*haduh, gmn gtu bhsanya* Bergantian dia menyedot dan meremas kuat kedua payudaraku,  terasa lebih sakit tapi nikmat daripada yang dilakukan eunhyuk dulu.

~~~~ AUTHOR POV ~~~~

Tangan minho turun kebawah melepas hotpants dan celana dalam yang baru saja eunra beli dari minimarket. Dielusnya paha eunra yang halus “ahkk oppa !! pelanlah sedikit .. “ kata eunra yang menitihkan air mata, karena kaget dengan sodokan jari telunjuk minho di vaginanya. Sambil berciuman minho terus menggerakkan jarinya di dalam vagina eunra. Sekarang 3 jari minho dengan nyaman mengocok bagian sensitive eunra

“ahh, oppa, iya teruss ahhh ~” nyanyian birahi eunra mulai terdengar. Selang 5 menit eunra pun menyemburkan cairan putih kental hasil kerja keras minho. Tanpa ragu minho turun untuk menikmati “minumannya” malam ini. Eunra hanya bisa menggigit bibir bawahnya saking dashyat lidah minho bermain di liang kenikmatan miliknya.“oppa, ayo kita gantian ~”

Minho pun pasrah duduk terlentang dibangku taman yang menjadi kursi panas, eh, bangku panas sekarang. Eunra berdiri dan bersiap melakukan aksinya. Perlahan eunra turun menindih tubuh minho dan melumat lembut bibir minho. Jemarinya yang lentik melepas kaos putih polos yang dipakai minho. Ciuman eunra turun menjelajahi leher minho, menghisap dan menggigit walaupun tak sekuat minho tadi. Bergantian eunra mengulum dan memlintirkan nipple minho.“ahh, baby, sudah jangan main disitu terus ahhh ~” Eunra pun menurut, dia membuka celana pendek beserta boxer calvin klein kepunyaan minho. Eunra menghentikan sejenak ‘pekerjaan’nya.

“waeyo jagi ?” tanya minho yang masih terengah-engah.

“aniy oppa, hanya saja lebih ..”

“ lebih apa ?”

Sebenarnya eunra ingin sekali mengatakan  ‘waw, punya oppa lebih besar daripada eunhyuk, aaaaaaaaaaaku suka’ tapi tidak mungkin, bisa-bisa minho langsung meninggalkannya.*sadiss T,T* tanpa ragu eunra memasukkan ujung batang junior minho yang berukuran fantastis *he he he he (author evil smile)* ‘aigooo sampai tidak muat, tidak mungkin kan aku masukkan sampai tenggorokan’ fikir eunra yang mulai berkeringat. Tangannya berinisiatif untuk memijat twinsball dan sebagian junior minho yang tidak muat masuk ke mulutnya.

Tiba-tiba eunra menjepitkan junior minho disela-sela payudaranya. Memijat dan mengocok naik turun tidak menetu, membuat minho kewalahan menahan desahan “ahhh jagi, kau hebat sekali ahh ~” semakin cepat gerakan eunra memainkan junior minho dan sampailah minho pada puncaknya yang pertama. Dengan cekatan eunra meneguk cairan cinta dari minho. Belum selesai mengerjakan kewajiban, minho menarik eunra naik dan langsung melumat bibir eunra yang masih berceceran cairannya.

“emmhh ah emmh” desahan tidak henti-hentinya berkumandang.

~~~~ EUNRA POV ~~~~

Aku masih menindih tubuh minho. Perlahan dia melepas ciumannya, jari lembutnya menyeka peluh yang mengalir di wajahku. “ oppa, kau tidak akan meninggalkanku kan ?” “aniyo jagiya, saranghaeyo” -Cup- minho menciumku kilat. “jagi ., kau mau kan bergerak duluan ?” tanya minho dengan jurus aegyo miliknya. “certainly baby.” jawabku dengan evil smile. Aku angkat sedikit tubuhku, menyesuaikan letak lubangku dengan senjata utama miliknya. Sebenarnya aku takut memulai duluan, setan apa yang berani mempengaruhiku ? Aku mulai turun dan ..

“ahkkk ! sakit sekali oppa !” dinding vaginaku berdenyut kencang, seakan ada benda setajam pisau masuk kedalam. Minho mengulum lembut bibirku, mengurangi sakit yang aku rasakan. Tangannya membantu pinggulku untuk turun lebih dalam. “engghhhh~” erangku kesakitan. Kenapa masih sakit sekali, lebih sakit daripada saat pertama. Air mataku menetes deras, jeongmal ini sakit sekali. Dia mencium kedua mataku, menghisap air mata yang keluar.

“jangan menangis jagi .. sakitnya hanya sementara saja kok” *minho gaje ih* Aku mengangguk lemah.

~~~~ MINHO POV ~~~~

Eunra menangis, ah, kasihan sekali. Adikku terasa dipijat dengan keras tapi lembut oleh dindingnya. Euhhh, nikmat sekali ~ Eunra mulai menatapku lagi, dia tersenyum manis, ya, senyuman yang membuatku jatuh cinta padanya. “lets begin baby.” Opening eunra padaku, aku balas dengan sedikit senyuman.

Tubuh eunra mulai naik turun, dindingnya menggesek-gesek seluruh permukaan milikku. Yaaahh, ini yang aku cari. “aaahh baby, yeah, terus ahh ~” eunra menggerakkan tubuhnya sedikit memutar. Membuat milikku serasa diplintir keras. “ahh, baby .. kau hebat sekali ashh” aku tidak dapat menahan segala nyanyian surgawiku. Genjotan eunra terus mengalun deras. “oppa aku tidak tahan ~” lirih eunra kecil

“tahan jagi, kita keluar bersama” aku tahan sekuat mungkin sesuatu itu. Tapi- “aahhhhh ~” lenguhku panjang, bersamaan dengan lenguhan eunra. Entah berapa ribu juta benih yang aku tanam, semoga saja akan menjadi buah yang berkualitas nantinya. *halaaaahh XDD

TBC ya !!

haha, gaje ending nya ~~

sip kalo baca koment ya, haha

gamsahamnida ^^

hya nyoba ngepost wordpress langsung ff nc bikinan sendiri + perubahan seperlunya, haha

oke deh, check it out !!

Title : My Girl is Mine

Author : Lee Faiz ^^

Part : 1

Cast :

Choi Eun Ra / me :  Noor Faiz

Choi Minho (SHINee)

Lee hyuk jae / Eunhyuk (Super Junior)

Rate : NC21

Genre : Romance (apa aja lah)

LET’S BEGIN PART 1

~~~~ Eunra POV ~~~~

“Ayo lah oppa, jadilah kekasihku !!” Pintaku sedikit berteriak

“Tidak eunra-ssi, aku tidak bisa.” Katanya bijak

Ya , setiap hari aku pasti mengejarnya. Sunbae ku di sekolah yang penuh dengan namja kaya dan menarik. Lee hyuk jae namanya , atau biasa d panggil eunhyuk. Entah kenapa aku bisa sangat tertarik dengan nya saat ini.

“Tapi aku rela memberimu apapun oppa.” Jawabku semanis mungkin

“Mwo ? kau kan sudah punya seorang namja chingu, jadi buat apa kau memberiku juga ?”

Sekarang kata-kata nya membuatku berhenti bicara. Dia mengingatkan ku dengan namja super menyebalkan itu. Akibat perkataannya aku berlari meninggalkan nya.

~~~~ Eunhyuk POV ~~~~

Dia berlari meninggalkan ku. ‘Apa perkataan ku menyakitinya ?’ batinku

Aku tahu dia sedang ada masalah dengan kekasihnya ‘Choi Minho’. ‘Dia’ yeoja yang beruntung bisa mendapatkan namja yang di kagumi banyak sekali yeoja di sekolah. Ketua geng yang paling terkenal, bukan hanya nakal tapi mereka juga kaya, pintar, dan baik hati pada yeoja-yeoja lain, sekali melirik pasti yeoja itu miliknya. Tapi apa masalahnya ?

“molla” gumam ku.

Ring ding dong ring ding dong ding, digiding digiding ding ding

Ring ding dong ring ding dong ding, digiding digiding ding ding

bel sekolah mengagetkanku ==

“Diberitahukan bahwa ketua acara festival budaya tahun ini adalah Lee hyuk Jae dari kelas 12 IPA 3, dan wakil nya adalah ..”

Ah, sial ternyata aku, bakal melelahkan hari-hari ini (-_-“) tapi siapa wakil yang akan menemaniku ?

“Choi Eun Ra dari kelas 12 IPA 1, diharapkan untuk segera rapat sepulang sekolah dengan guru pembimbing.”

~~~~ Eunra POV ~~~~

“Hah ? aku ? tidak mungkin !!” gumamku

Memang aku sering aktif di segala kegiatan sekolah, tapi aku tidak pernah mau memiliki jabatan yang berat, contohnya anggota OSIS. Eh , tapi liatlah sisi baiknya, aku bisa berduaan dengan eunhyuk oppa ! Mendapat ilham itu aku langsung senyum-senyum sendiri.

BLETAK

“ya ! ada apa sih ?” bisikku pada teman yang baru saja menjitak ku.

“Lihatlah  minho memperhatikanmu dari tadi.” Bisik teman ku bergantian.

Aku melirik minho, dan ternyata benar dia sedang memperhatikanku, langsung aku palingkan wajahku. “Rasakan kau Choi Minho, salahmu sendiri berani bermain di belakang.” batinku. Bunyi bel tanda pelajaran berakhir membuatku menghela nafas panjang. Tidak lama setelah songsaenim keluar, minho menghampiri ku, duduk di bangku yang berada tepat di depanku.

“hei jagi, apa tugas itu tidak terlalu berat untukmu ?” tanyanya sambil menatap mataku tajam. Aku raih telapak tangannya lalu aku genggam erat.

“aniyo oppa, aku pasti bisa, percayalah pada kekasihmu ini” kataku sambil menatap matanya lembut dan memberikan senyum termanisku. Dia mendekatkan wajahnya dan menciumku kilat.

“ya ! apa yang kau lakukan oppa ? ini kan masih di sekolah, di dalam kelas lagi” kataku merancau. Sial, wajah ku pasti sudah semerah tomat rebus.

“hahaha, lihatlah di kelas sudah tidak ada orang, kenapa kau harus malu seperti itu ?” tanyanya cengengesan.

“sudahlah aku harus segera rapat dengan panitia festival lainnya, oppa mau mengantarku atau tidak ?”

“ne jagiya, kajja.” Tangannya menggenggam tanganku, menaik turunkannya seperti anak kecil.

Perkenalkan dia namja chingu ku, Choi minho. Aku di jodohkan dengannya sejak kecil, namun baru bertemu saat kita berdua menginjak bangku SMA. Aku mulai mencoba mencintainya semenjak tahu kalau aku di jodohkan dengannya. Dan beruntung dia mau menyatakan perasaannya kepadaku, walaupun dengan berat hati waktu itu.

Sepanjang perjalanan menuju ruang rapat, aku berfikir kembali ‘apa aku tega membalasnya dengan berselingkuh juga ?’ Aku menatap matanya tajam tanpa dia sadari. Tapi dia yang memulai semua ini … hatiku bimbang sesaat.

Akhirnya aku putuskan untuk memberinya sedikit pelajaran.

~~~~ Eunhyuk POV ~~~~

Rapat tidak segera mulai karena menunggu wakilku yang bodoh. Aku masih tidak tau apa yang akan terjadi jika dia yang menjadi wakilku. Dasar kau Choi Eun Ra.

“Kenapa dia telat sih !” umpatku berbisik

Ku dengar suara berisik di luar ruangan, ternyata dia sedang bercanda tanda perpisahan dengan pacarnya. Berarti dia sudah berbaikan dengan minho, padahal aku ingin dia mengejarku lebih lama lagi. Ah, dasar pabo, mana mungkin dia bisa benar-benar tertarik pada namja sepertiku.

“annyeong, jeongmal mianhaeyo karena saya telat.” katanya sambil tersenyum sangat manis kepada songsaenim pembimbing. Dia menuju bangku di sebelahku yang memang diperuntukkan untuknya. Cih, aku hanya menatapnya sinis, ketika dia melancarkan senyum manisnya kepadaku.

“ada apa oppa, apa ada yang salah denganku ?” bisiknya lembut padaku

“aniy, perhatikan songsaenim saja.” Kataku kelabakan saat dia berbisik lembut padaku.

“ya ! kenapa kalian ribut sendiri ?” kata-kata songsaenim mengagetkanku dan eunra.

“kalian berdua harus memutuskan apa saja hiburan, propertis, dan rincian acara sore ini. Besok harus sudah siap di meja saya. Arraseo ?” segera aku dan eunra menganggukan kepala, tanda mengerti.

OmO !! aku akan berduaan dengan eunra, bagaimana aku bisa menahan perasaanku nanti ..

Beberapa menit kemudian rapat berakhir, songsaenim dan anggota lain meninggalkanku berdua dengan eunra di ruangan yang lumayan sepi dari jamahan para siswa lain, karena ini ruang khusus untuk acara-acara besar tahunan, dan larangan untuk datang kesini begitu ketat.

“eunra-ssi apa yang ingin kau usulkan untuk festival tahun ini ?” tanyaku membuka pembicaraan.

“emm , a .. aku se .. sedang ti, ti .. tidak ada ide oppa.” Katanya gemetaran. Kulihat matanya memancarkan ketakutan padaku.

“hahahahahahahahaha, ya ! kenapa kau munculkan tampang takutmu itu ? tau tidak .. kau tampak sangat pabo , hahahahahaha.“ kataku sambil mencubit gemas hidungnya. Tujuanku berkata begitu untuk mencairkan suasana. Dan ternyata berhasil, dia langsung memperlihatkan wajah cemberutnya yang sungguh manis.

“itu tidak lucu oppa” pekiknya

~~~~ Eunra POV ~~~~

Kurang ajar, dia sengaja menggodaku ! Aku tidak terima, langsung aku acak-acak rambutnya. Tidak aku sangka, dia kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Dia pun menarikku dan aku ikut terjatuh menindih nya. Ahh, tidak, jantungku tidak mau kompromi, ‘dia’ berdetak begitu kencang. Kulihat eunhyuk mencoba meninggikan wajahnya dengan bertumpu di tangannya. Dia membalikan dan menjatuhkan tubuhku ke lantai, lalu menindihku.

“ahh , sakit opp ehmmm.“ aigoo, dia menciumku.

>>> NC NC NC <<<

Aku hanya diam, tidak berani membalas. Tetapi dia tidak tinggal diam begitu saja, dia menggigit bibir bawahku. Karena kaget aku membuka sedikit bibir ku, dan lidahnya langsung menyusuri seluruh rongga mulutku. Tidak bisa menahan godaan, aku pun membalas ciumannya.

“ehhhss ehmm , aahhh.“ desahku di sela-sela ciuman panas ini.

Tangan eunhyuk mulai bergrilya di semua sudut tubuhku. Sambil berciuman, dia mencoba membuka kancing seragam sekolahku, bajuku terbuka namun tidak sampai terlepas. “ahh, hhaahh . . hhahhh” nafasku langsung memburu saat eunhyuk melepaskan ciumannya. Eunhyuk mulai menjelajahi leher jenjangku, sedotan mulutnya membuatku mendesah nikmat.

“aahhh sshhhh ahh, oppa .. jeongmal, jangan lakukan ini.” lirihku lemah. Dia tersenyum mendengar penolakanku.

“hei jagi, kenapa sekarang kau menolakku, bukankah kau yang menjanjikannya untukku tempo hari ?” dia memperlihatkan evil smile nya padaku.

Aku tersentak mendengar eunhyuk berkata begitu. Ahh, paboya aku mengatakannya waktu itu. Tanpa aku sadari eunhyuk mulai melepas pengait bra ku yang memang bra dengan pengait di bagian depan. Dengan lahap eunhyuk memakan (?) kedua payudaraku. Memang aku memiliki ukuran payudara yang tergolong besar untuk ukuran anak SMA. Dia meremas gemas payudaraku sebelah kiri dan menghisap kuat payudaraku yang sebelah kanan.

“ashh ahh, oppa terus ahh ..” dia tersenyum melihatku meminta-minta sekarang.

Eunhyuk melakukannya berulang kali secara bergantian. Sehingga menimbulkan beberapa tanda merah yang begitu indah di sepasang gundukan besar milikku. *memangnya tanah ? mian author sekedar lewat ^^* ku rasakan eunhyuk mendorong rok mini sekolahku naik ke atas perut. Rasa takutku mulai muncul lagi. Tubuhku ingin sekali pergi meninggalkannya, tapi apa daya, aku sudah terkulai lemas karena service nya. Eunhyuk menarik g-string ku sampai ujung kaki dan langsung melanjutkan aksinya.

Tangannya membelai lembut permukaan vaginaku, jujur ini nikmat sekali. Dia menjilat sedikit vaginaku. “sshhhh aahhhhh” tubuhku menggelinjang hebat, karena ini partama kalinya alat keperawananku disentuh oleh seorang namja. Eunhyuk membenamkan kepalanya lebih dalam. “aahhhhhhhhh hyuk !!” pekikku keras saat ia menyedot kuat klitorisku. Cairan cinta pertamaku keluar seketika. Kini wajahnya mendekat kembali ke arah wajahku. “sekarang saatnya kau memanjakanku jagi.” Katanya berbisik lembut.

Mwo ? aku tidak mengerti maksudnya. Dia membantuku untuk duduk. Tangannya meraih tanganku dan meletakkannya tepat di atas juniornya yang masih di selimuti celana seragam dan boxer. ”ayo .. bukalah jagi.” Perintahnya mempersilahkanku. Aku turuti keinginannya, kubuka perlahan celana seragamnya. Aku lanjutkan membuka boxernya, tapi aku sedikit ragu dan takut. *neh orang penakut amat seh =,=*

“ya ! selesai.” Aku langsung berbalik dan menutup mataku rapat-rapat. Eunhyuk langsung memelukku dari belakang. “ayolah ..” katanya meminta manja. Aku mulai memberikan diri untuk membalas semua service nya tadi. Ku balikkan tubuhku dan langsung melumat bibirnya. Sembari menciumnya, tanganku bergerak menyentuh lembut beberapa abs yang dia miliki. Jemariku yang lentik sampai pada batang juniornya, aku kocok perlahan dan memberi sedikit pijatan lembut.

“ahhh yeahhh terusss jagi ..”desahnya membludak (?). aku dekatkan wajahku pada ujung juniornya, menciumi ujungnya, menghisap, dan mengulumnya dalam. Dia membantu memaju-mundurkan mulutku, aku sedikit merasa pusing karena naik-turun tidak teratur.

“uhuukk uhukk” aku tersedak cairan sperma dari eunhyuk, tertelan sebagian ‘ahhrrg menjijikan .. ’ batinku. Eunhyuk menciumku dan menyedot sisa cairannya juga.

~~~~ Eunhyuk POV ~~~~

Aku menciumnya dalam-dalam sambil menyedot sisa cairanku. Tidak aku sangka service nya sangat hebat. Sampai-sampai aku tidak kuat menahan cairanku untuk keluar. ‘apa dia sudah pernah melakukannya dengan minho sampai bisa sehebat ini ?’ tanyaku dalam hati. Ahh, itu tidak penting. Aku tidurkan tubuh eunra di lantai lagi. Mengelus lembut permukaan vaginanya, aku lihat dia sangat menikmati sentuhanku. Menyiapkan juniorku yang akan menikmati surga dunia untuk pertamakali.

Ku gosokkan ujung juniorku di permukaan vaginanya. “uuhhhh” eunra mendesah nikmat. Aku masukkan perlahan dan “ahhkkk sakiitttttttt oppa !!”dia menggerang kesakitan. Aku cium bibirnya dalam agar mengurangi rasa sakitnya. Sambil mendorong juniorku pelan, terasa ada tetesan air yang asin di mulutku saat berciuman .. ahh, dia menangis.

“apa begitu sakit ?” tanyaku tidak tega pada eunra, dia hanya mengangguk pelan menahan semua kesakitannya.

“apa masih mau dilanjutkan ?” tanyaku yang semakin tidak tega melihatnya menangis menahan rasa sakit.

“ahh, jeongmal dilanjutkan saja oppa..” lirihnya pelan.

Dengan sedikit berat hati, aku lanjutkan perjuanganku untuk menembus liangnya yang sungguh masih sempit sekali. “ahaahhhh” desahku lega, setelah seluruh senjata utamaku masuk. Rasanya sungguh-sungguh sesak. *haduh, yaiyalah hyuk, orang kamu yang pertama kok ^^* aku mencium keningnya lembut.

“jagiya, aku akan membawamu dalam kenikmatan dunia sesungguhnya.” Dengan senang hati aku sunggingkan evil smileku. Dia membalas dengan senyum lembutnya. Aku mulai memaju mundurkan juniorku di dalam liang vaginanya. Ku genjot perlahan ‘ahhh, sungguh nikmat sekali’ batinku.

“oppa .. sshhhh .. aku mohon lebih cepat ahh” aigoo, dia ingin main cepat rupanya “baiklah ..” balasku sambil menatapnya dalam. Aku mulai menggenjot lebih cepat.

“ahhh ..”

“shhhh ..”

“aaahhhhs ..” desahku bergantian dengan desahan eunra. Suara merdu birahi memenuhi ruang rapat tanpa henti. Aku sedikit membuka mataku ‘aigooo, neomu yeoppo’ batinku, eunra terlihat cantik sambil sedikit menutup matanya dan menggigit bibir bawahnya.

‘Ya ! kenapa jadi aku yang ingin mengejarnya sekarang ? apa ini salah ?’ pikirku bimbang. Sambil terus memburu puncak kenikmatan, aku tidak bosan untuk terus memberinya service. Mulai dari meremas dan mengulum kedua payudaranya, mengecup lembut bibirnya, ahh, nikmat sekali.

“oppa, ahh .. aku su .. sudah tidak kuat” ucap eunra pelan.

“tahanlah sedikit lagi jagi, kita akan keluar bersama.” Jawabku. Aku mulai mempercepat gerakan, dan ..

“aaaaaaaaaaaaahhhh~~” *ajib, kelihatan lega banget tuh*

Aku mengeluarkannya di dalam rahim eunra dan eunra pun mencapai puncak klimaks nya sendiri. Sangat menyenangkan. Aku keluarkan perlahan agar tidak menyakitinya lagi. ‘Tapi kenapa ada bercak darah ? apa aku yang pertama untuknya?’

Ddok Ddok Ddok , Ddok Ddok Ddok !!

Pintu di ketuk begitu keras, seketika aku dan eunra kelabakan memakai baju seragam kembali.

“Eunra apa kamu masih di dalam ?!” itu suara minho kan. Ahhrrgg !! mengganggu saja. Tapi aku harus bicara apa setelah kejadian ini pada eunra nanti.

~~~~ Eunra POV ~~~~

“Eunra apa kamu masih di dalam ?!” itu kan suara minho oppa. Oh iya, dia kan berjanji menjemputku. Ahh, dasar paboya kau eunra.

“ne oppa, aku masih di dalam, tunggu lah sebentar lagi.” Jawabku setengah berteriak. Setelah merasa cukup rapi, aku sedikit berlari menghampiri pintu. Melirik eunhyuk oppa yang sudah rapi dan terduduk di tempatnya, sebagai ijin membuka pintu. Ia mengangguk pelan.

‘Ceklek’

aku buka pintu perlahan, mempersiapkan diri untuk mendapat serbuan kata-kata dari minho oppa. Tetapi – Cup – aku mengecupnya kilat agar tidak banyak bicara.

“ tunggu lah sebentar lagi oppa, aku segera berkemas dan meminta ijin pulang dulu pada eunhyuk oppa, oke ..” aku langsung meninggalkannya di depan pintu, menghampiri eunhyuk di sudut meja rapat.

“oppa bagaimana dengan tugas kita ? apa aku saja yang buatkan ?” tawarku

“aniyo, biar oppa yang kerjakan, kau istirahat saja .. hati-hati di jalan eunra-ssi.”

“ne oppa, gamsahamnida” kataku sambil sedikit menundukkan tubuh. Dengan sigap aku menenteng tas dan meninggalkannya sendiri.

Tadi dia bilang apa ? eunra-ssi ? aigoooo, baru saja dia memanggilku jagiya, sekarang dengan nama sapaan biasa. Dasar laki-laki.

Aku sedikit berlari menghampiri minho oppa, karena memang hari sudah mulai gelap.

“ayo pulang jagi ..” kataku seraya menggandeng tangan minho erat. Ini kali pertama aku menyapanya dengan sebutan sayang. Dia hanya diam dan berjalan searah denganku menuju mobilnya. Sepanjang perjalanan dia tetap diam. Uhh, membosanakan.

“oppa .. ada apa sih ? kenapa diam ? apa ada yang salah denganku ?” tanyaku memelas

“aniyo, aku hanya sedikit heran padamu hari ini.”

“heran ? memang kenapa denganku oppa ?” tanyaku makin bingung

“emm .. hari ini kau ..”

yap, part 1 emang segini jatahnya 🙂

kalo ada yang baca koment yuk !! gak enak lho kalo ada silent readers tu xD

oke sekian.. gamsahamnda ^^